TARUHAN JUDI CASINO ONLINE - Dua orang sopir angkot asal Siantar, Sumatera Utara berinisial IN dan AMP dibekuk petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN), lantaran menjadi salah satu kurir internasional narkoba jenis sabu. Keduanya diamankan di sebuah hotel di daerah Plumpang Jakarta Utara, Kamis (11/7/2013) lalu.
Direktur Narkotika Sintesis Deputi Pemberantasan BNN, Atrial, menuturkan, tersangka AMP diupah Rp 20 juta untuk sekali perjalanan ke India. Untuk perjalanan dari Siantar ke Jakarta, AMP diupah Rp 10 juta.
"Pekerjaannya sopir angkot di Siantar. Dia direkrut (pengedar), diberi 10 juta. AMP ke India dapat 20 juta," ujar Atrial, dalam konferensi pers di lobby BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2013).
Menurutnya, BNN juga mengamankan tiga tersangka lainnya yakni BA, J dan IN. IN dan AMP adalah tersangka yang biasa ke India untuk mengambil sabu. Dua tersangka lain yakni BA dan J berperan menerima sabu di Jakarta. Tersangka IN mengaku mengenal barang haram itu dari temannya.
"Mereka (AMP dan IN) ini kurir internasional. AMP dan IN ke India dapat 20 juta perorang," lanjutnya.
Berdasarkan pengakuan AMP, dirinya sudah beberapa kali ke India untuk mengambil barang haram tersebut.
"Sudah tiga kali ke India sama Jakarta dua kali," kata AMP.
Sebelumnya, penangkapan para tersangka sendiri berawal dari informasi masyarakat akan adanya peredaran sabu yang dilakukan empat tersangka itu. Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto menuturkan, pihaknya mengamati adanya transaksi yang dilakukan tersangka AMP dan IN di Pasar Mereng, Kisaran, Sumatera Utara.
"Mereka kemudian menyembunyikan (sabu) di dalam ban serep untuk dibawa ke Jakarta," ujar Sumirat.
AMP dan IN pun tiba di Jakarta pada 10 Juli 2013 dengan perjalanan darat. Keduanya kemudian menginap di sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara. "Dari hotel itu keduanya membongkar ban serep berisi 5,49 kilogram sabu dan mengemasnya dalam 8 kantong," ujar Sumirat.
Delapan kemasaan itu, lanjut Sumirat, rencananya akan diberikan dua tersangka kepada tersangka J. Keduanya pun bertemu J dan menyerahkannya di sebuah pusat perbelanjaan di Sunter, Jakarta Utara. J kemudian membagi sabu itu kepada tersangka BA pada 11 Juli 2013.
"BA bertemu J di rumah makan di Jakarta Pusat dan menerima paket sabu dalam tiga kantong berisi 2,5 kilogram," ujar Sumirat.
Pada saat transaksi itulah petugas BNN menangkap keduanya. Di hari yang sama, petugas juga mengamankan AMP dan IN di hotel wilayah Plumpang, Jakarta Utara. Dari interogasi petugas, tersangka IN mengaku masih menyimpan 3 kilogram sabu di rumahnya di Siantar, Sumatera Utara.
Petugas kemudian mendatangi rumah orang tua IN yang menjadi lokasi tempat penyimpanan sabu itu dan melakukan penyitaan. Adapun total barang bukti yang diamankan yakni 8,49 kg sabu dari para tersangka. Pihak BNN sendiri mengatakan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang ditenggarai sebagai bos para keempat kurir tersebut. (Rw)
WWW.ASIABOLABET.COM
No comments:
Post a Comment