
AGEN WORLD CUP 2014 BRASIL - Bagi masyarakat modern yang kini sudah sangat akrab dengan internet, jejaring sosial tentu bukan hal yang asing lagi. Ada banyak jenis jejaring sosial yang digunakan masyarakat, terutama anak muda untuk menjalin pertemanan atau fungsi lainnya.
Meski awalnya jejaring
sosial tidak dimaksudkan untuk digunakan sangat sering, namun faktanya
saat ini jejaring sosial hampir menguasai hidup penggunanya, terutama
anak muda. Bahkan jejaring sosial tak hanya memberikan manfaat melainkan
juga bisa memberikan dampak buruk untuk penggunanya, salah satunya
adalah depresi.
Berikut adalah 7 Fakta Menarik Tentang Depresi Akibat Sosial Media seperti dilansir oleh asiabolabet.info.
Menggunakan jejaring
sosial bisa memicu banyak emosi pada penggunanya. Meski jejaring sosial
hanya sebatas aktivitas maya, namun dampaknya tentu sangat nyata
terhadap emosi penggunanya. Jika emosi yang terus didapatkan oleh
pengguna adalah emosi negatif, maka ke depannya akan memicu depresi.
Tak jarang juga jejaring
sosial menyebabkan pertengkaran antar pasangan atau teman baik. Dampak
jejaring sosial yang begitu besar terhadap pengguna yang sudah terlanjur
kecanduan bisa sangat serius hingga mempengaruhi emosi mereka dan bisa
menyebabkan depresi.
Depresi yang disebabkan
oleh jejaring sosial biasanya timbul akibat rasa iri terhadap
teman-teman. Rasa iri tersebut karena jejaring sosial bisa membuat
seseorang membandingkan diri mereka dengan orang lain dengan sangat
mudah.
Tanpa sadar seseorang menganggap apa yang ditampakkan oleh jejaring sosial merupakan gambaran dari kehidupan mereka secara keseluruhan.Hal ini sangat salah, karena tentunya setiap orang di jejaring sosial akan berbagi momen terbaik mereka di kehidupan nyata, begitu juga seperti yang Anda lakukan.
Karena itu, ada banyak hal dalam kehidupan mereka yang tersembunyi. Sayangnya citra tersebut bisa membuat seseorang membanding-bandingkan kehidupannya satu sama lain yang nantinya bisa berujung pada depresi.
Tanpa sadar seseorang menganggap apa yang ditampakkan oleh jejaring sosial merupakan gambaran dari kehidupan mereka secara keseluruhan.Hal ini sangat salah, karena tentunya setiap orang di jejaring sosial akan berbagi momen terbaik mereka di kehidupan nyata, begitu juga seperti yang Anda lakukan.
Karena itu, ada banyak hal dalam kehidupan mereka yang tersembunyi. Sayangnya citra tersebut bisa membuat seseorang membanding-bandingkan kehidupannya satu sama lain yang nantinya bisa berujung pada depresi.
Sebenarnya depresi akibat jejaring sosial adalah masalah kesehatan
mental yang serius. Namun sayangnya hingga saat ini depresi yang
disebabkan oleh jejaring sosial belum diakui sebagai masalah atau
kelainan mental.
Meski depresi akibat
jejaring sosial belum diakui dan dicatat sebagai salah satu masalah
kelainan mental, namun depresi ini sangat nyata dan bisa terjadi pada
siapa saja, terutama generasi muda saat ini yang sangat akrab dengan
penggunaan jejaring sosial.
Penelitian mengungkap bahwa dampak jejaring sosial dan internet berbeda-beda pada pria, wanita, orang dewasa, remaja, dan anak-anak.
Hal ini tentunya juga dipengaruhi oleh kecenderungan seseorang untuk
mengalami depresi, sehingga bisa jadi sangat bervariasi pada setiap
orang.
Namun penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak
dan remaja lebih mudah terserang depresi akibat jejaring sosial dan
internet dibandingkan dengan wanita dewasa dan pria. Sementara wanita
lebih mudah terkena depresi ini dibandingkan pria. Meski begitu, tidak
dijelaskan apa yang membuat golongan usia tertentu seperti remaja lebih
berisiko terkena depresi dibandingkan dengan orang dewasa.
Depresi yang disebabkan oleh jejaring sosial dipengaruhi oleh penggunaan jejaring sosial itu sendiri. Cara seseorang memperlakukan jejaring sosial sebagai bagian dari hidupnya mempengaruhi apakah dia akan mudah mengalami depresi yang disebabkan oleh jejaring sosial.
Misalkan jika Anda
menggunakan jejaring sosial hanya untuk berkomunikasi dengan teman, atau
untuk memantau kehidupan seseorang, atau untuk bersenang-senang saja.
Semakin serius seseorang memperlakukan jejaring sosial, maka semakin
serius juga dampaknya terhadap emosi orang tersebut. Menganggap jejaring
sosial sebagai hal yang terlalu penting bisa membuat seseorang rentan
terkena depresi akibat jejaring sosial.
Alasan lain mengapa
jejaring sosial bisa menyebabkan depresi adalah karena banyak orang yang
hanya pura-pura bahagia ketika menciptakan identitas dan citra diri mereka di dunia maya. Sangat jarang orang yang benar-benar menunjukkan hidup mereka apa adanya di jejaring sosial.
Hal semacam ini juga
bisa menyebabkan depresi terhadap orang lain karena menganggap
kehidupannya tak sebaik Anda. Tanpa sadar, kepura-puraan yang ada di
jejaring sosial menyebabkan banyak orang menjadi depresi karena saling
membandingkan kehidupan satu sama lain.
Salah satu hal yang
disarankan oleh para ahli adalah penggunaan jejaring sosial secara
wajar. Jangan menjadikan jejaring sosial sebagai hidup Anda, karena
kehidupan Anda sesungguhnya bukan di dunia maya dan tidak tercermin dari
apa yang Anda perlihatkan di jejaring sosial.
Selain itu, para ahli juga menyarankan untuk tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena inilah pemicu depresi yang paling besar.Komunikasi secara langsung lebih penting daripada hanya mengandalkan jejaring sosial. Jangan jadikan komunikasi lewat jejaring sosial sebagai kebutuhan pribadi Anda.
Bagi para pengguna jejaring sosial, depresi akibat jejaring sosial tampaknya hal yang remeh. Namun Anda tak pernah tahu kapan depresi tersebut bisa benar-benar mempengaruhi kesehatan mental dan bahkan memicu banyak orang untuk melakukan tindakan fatal hanya karena dampak dari jejaring sosial.
Selain itu, para ahli juga menyarankan untuk tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena inilah pemicu depresi yang paling besar.Komunikasi secara langsung lebih penting daripada hanya mengandalkan jejaring sosial. Jangan jadikan komunikasi lewat jejaring sosial sebagai kebutuhan pribadi Anda.
Bagi para pengguna jejaring sosial, depresi akibat jejaring sosial tampaknya hal yang remeh. Namun Anda tak pernah tahu kapan depresi tersebut bisa benar-benar mempengaruhi kesehatan mental dan bahkan memicu banyak orang untuk melakukan tindakan fatal hanya karena dampak dari jejaring sosial.
No comments:
Post a Comment